demi waktu, demikian waktu


di keluasan semesta, kita hanya debu, setitik di detik yang fana

pernahkah kau bayangkan, kita ada di dalam setitik embun yang jatuh dari daun itu. menunggu sirna dicium cahaya matahari

di detik itu mungkin ada detak yang ingin kau rasakan, semacam ingatan dari masa lalu, sebelum waktu menaklukkan

di lubang hitam waktu berhenti, dan kita abadi, ketiadaan yang abadi

demi waktu. demikian waktu

Malang, 11 Mei 2011

permalink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s