Suamiku dan seorang wanita cacat


” KEMULIAAN HATI ”
Hari itu suamiku beruntung mendapatkan tiket untuk kembali ke rumah orangtuaku. Ketika naik bus, ternyata telah ada seorang wanita duduk di tempat duduk kami. Suami memintaku duduk dulu di sampingnya, namun tidak meminta wanita ini berdiri. Ketika kuperhatikan, ternyata kakinya cacat, barulah tahu kenapa suamiku memberikan tempat duduknya.
Suamiku terus berdiri dari Mkssr sampai Palopo. Dari awal, dia tidak ada memberi tanda kalau itu adalah tempat duduknya. Setelah turun dari bus, aku berkata pada suamiku :

“Memberikan tempat duduk pada orang yg butuh memang baik, namun pertengahan perjalanan ‘kan boleh memintanya berdiri agar gantian kamu yg duduk”

Suamiku menjawab, : “Orang lain sudah tidak nyaman seumur hidup, kita hanya kurang nyaman selama 8 jam saja”

Mendengar perkataan ini, aku sangat terharu karena suamiku sedemikian baik, namun tidak mau orang lain tahu akan kebaikan hatinya, itu membuat diriku merasakan dunia ini penuh dengan kehangatan.

Kalau pola pikir dapat dirubah, dunia pasti akan berbeda. Setiap hal dalam kehidupan ini bisa saja berubah, tergantung dari bagaimana cara kita berpikir & merubahnya.

Kita tidak mungkin berhasil dalam waktu 3 menit, namun asalkan mau berusaha, mungkin dalam 1 menit saja, kehidupan sudah berbeda

“Kita tidak pasti kaya karena mendapat banyak uang, namun kita pasti kaya secara bathin dengan memberi”

Melakukan Hal Baik ‘TANPA DIKETAHUI ORANG LAIN’ sangatlah MULIA. O:) O:) dikirim pake — apa Ajah boleh…

2 thoughts on “Suamiku dan seorang wanita cacat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s