Hela Angin


Sehelai kisah turun dari bebatuan

Menjerit yang tak tampak

Engkau layu di padang basah

Merasakan langit makin resah

Seunik itukah malam-malam yang kau kata bekal cahaya

Selain bintik-bintik membulat di kulitmu yang ranum

Engkaukah semerbak itu,

Yang dilahirkan hela angin

Yang membawa riuh rinduku pada gemetar

Bukankah kau dan aku terlempar terlalu jauh

Yang entah pada dentum apa

Kau dan aku mesti menggulung

Dan sesekali membuka catatan rapuh

Kubang, Januari 2009

Puisi-Puisi YOSI M GIRI*

permalink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s