Cermin Dua Baris


Berapa kali wajah itu mengatakan luka?

Begitulah waktu mengajariku bertanya bagi jejak

Selepas hujan mengantarku pada ingatan
Selembar kain yang ditempelkan pada rindu
Melilitkan debu-debu pada cermin
Lalu kau kutemukan dalam dua duka

Duka senyuman termanis atas butiran pagi
Duka tangis tragis atas senja yang mengiris

Begitulah waktu mengajariku bertanya tentang jejak
Yang tak seorang pun mau melihat
Kecuali, matahari yang selalu mengintai dari balik cermin

Purwokerto, 2008-2009

permalink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s