Angin Tua


Remang-remang bola api di matamu,

Bicara rindu di altar megah tempat raja-raja

Membasuh dengan hujan

Tapi duka terlalu payah dan dalam, sayang

Rindu senyap,

Begitu burung gagak decak melingkari mahkota

Dan rayap-rayap mulai menyisakan kayu-kayu

Untuk dilayarkan pada tiap jengkal waktu, membusuk.

Desau dedaunan ditambah semerbak harum mawar

Masihkah gumpalan cahaya kau simpan di kamar

Bekas luka dan memar yang tak lagi ditanyakan angin

Dan doa jadi satu-satunya taring bagi jiwa yang masih mau menggigil.

Bunga Pustaka, Februari 2009

Puisi-Puisi YOSI M GIRI*

permalink

One thought on “Angin Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s