Kilobyte 2


Selamat pagi, sayang..

Iya, aku baik-baik saja. Aku makan teratur dan mendapat perlakuan normal selayak yang manusia bisa dapatkan.

Tapi aku tak bisa tidur, sayang. Mungkin itu bisa menjawab pertanyaan retorikmu tentang kerinduan.

Disini sepi. Aku sedang bersama dua butir biskuit di atas piring di sebelah barat cangkir kosong. Tak ada yang meghembuskan napas lagi di ruangan ini selain aku dan water boiler. Aku mau secangkir Jasmine Tea.

Sekarang disini pukul 2 pagi. Aku menggigil dan rindu hangatmu. Kita akan bertemu lagi, sayang. Secepat mungkin setelah aku tunaikan tugasku. Tugas yang belum dan tak bisa aku uraikan disini. Aku tau kamu baik2 saja. Karna aku juga akan baik2 saja dan tak sabar bertemu kamu dalam keadaan sebaik waktu aku tinggalkan.

Rindu tak kenal waktu, jadi wajar adanya dia tak minta ijin untuk datang kapanpun dia mau. Anggaplah itu manifestasi cinta kita.

Tadi aku menyentuh layar yang menampilkan email balasanmu. Aku tidak berusaha menjadi Dedy Corbuzier seperti di stasuin tv, sayang. Lagipula aku tak mau rambutku botak sebagian seperti sayap bebek. Aku cuma merasa bisa menyentuhmu dan memandang matamu sebelum kau putuskan untuk habiskan beberapa detikmu untuk kecup keningku.

Kita bisa nikmati ini sebagai solusi temporari untuk bunuh rindu.

Peluk cium,

Putih.

Permalink : http://rindut.com/kilobyte-2
dikirim dgn bebeb ®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s